Sunday, October 12, 2014

Today's Lyrics

Beberapa hari lalu pas streaming radio ada lagu lucu, tapi ga tahu judulnya, apalagi penyanyinya. lucu gimana? ya pokok'e lucu #caseClose

Nah, tadi pas buka youtube ada thumbnail video yang (kayaknya) lucu dan ternyata merupakan video dari lagu lucu yang beberapa hari lalu kudengar *nah loh pie kui bahasane -_-

Penyanyinya Meghan Trainor yang beberapa waktu ini lagu-lagunya nge-hits di youtube. Lagu yang kudengar di radio itu judulnya All About That Bass--aransemennya menurutku lucu--yang berisi pesan kepada para wanita (dan penyanyinya sendiri) bahwa berat badan yang selama ini jadi 'masalah' bagi beberapa wanita sebenarnya bukan masalah. Pesan moralnya menurutku cukup dalem mengingat tren wanita berlomba-lomba untuk tampil cantik dengan definisi tinggi semampai, ramping, dan putih. Ngomong-ngomong tinggi, ramping, putih mah bukannya ciri-ciri mbak kunti yak *krik krik.

Tak jarang untuk bisa tampil cantik, seorang wanita harus merogoh kantong dalam-dalam. Bahkan ada yang pakai berbagai shortcut seperti oprasi plastik misalnya.

Habis buka youtube trus pas buka facebook *uripku kok koyone mung fb karo yutupan tok sih -__-
Nah, ada temen share ini
:: Jangan Puji Anak Perempuan Cantik ::
Ada sebuah kisah menarik yang dituangkan Lisa Bloom, pengarang ‘Think: Straight Talk for Women to Stay Smart in a Dumbed-Down World’. Menurutnya, anak perempuan sekarang bertumbuh dengan keinginan besar untuk tampil cantik, daripada tampil pintar. Mereka lebih khawatir kalau mereka tampak gemuk dan jelek.
Dalam bukunya, ia menunjukkan bahwa 15-18% anak perempuan di bawah dua belas tahun saat ini sudah memakai maskara, eyeliner dan lipstik. Kepercayaan diri anak perempuan menurun kalau tidak merasa cantik. Hampir 25% remaja perempuan akan merasa bangga menang America's Next Top Model daripada memikirkan untuk memenangi Nobel.

Karenanya memuji anak perempuan bahwa dia cantik, akan membuatnya makin merasa betapa penampilan menjadi penting. Bayangkan nanti dia sudah diet di usia lima, memakai bedak di usia 11, botoks dan operasi payudara di usia 20-an. Apa yang hilang? Mereka akan kehilangan makna hidup, mengungkap sebuah gagasan dan membaca buku untuk mengembangkan pemikiran dan pencapaiannya.
Bloom berkisah, suatu kali ia pernah bertemu dengan anak perempuan temannya berusia lima tahun yang cantik bernama Maya. Rambutnya terurai, matanya indah, dan gaun warna pink yang manis. Seketika ia ingin sekali teriak "Maya, kamu cantik sekali, coba lihat dan berputar". Namun, ia urungkan dan ia tahan niatan itu. Meskipun itu adalah hal yang biasa untuk memuji seorang anak perempuan, sekaligus mencairkan suasana, dia punya alasan lain.
Lalu, bagaimana baiknya? Lisa lalu mengajak Maya, untuk bicara hal lain daripada sekedar memuji.
"Hai Maya, senang bertemu denganmu," sembari menatap mata Maya.
"Senang bertemu denganmu juga," ujarnya dengan kalem seperti orang dewasa.
"Apakah kamu suka membaca?" ujarnya lagi. Maya diam sebentar. "Aku menyukai buku, apakah kamu juga suka buku," lanjutnya.
"Ya. dan aku bisa membacakannya untukmu," jawab Maya akhirnya.
Maya lalu benar-benar membacakan buku pilihannya dengan lantang. Kisah tentang seorang tokoh perempuan yang menyukai warna pink melawan sekelompok anak jahat yang kerap memakai warna hitam. Tidakkah buku ini juga mengajarkannya betapa sosok perempuan dilihat dari penampilan daripada karakternya. Maya juga kerap membandingkan mana yang lebih cantik, tubuhnya lebih ramping dan pakain yang paling bagus.
Lisa lalu mengajak Maya untuk di kemudian hari memilih buku yang lain jika nanti mereka bertemu lagi. Dari sini diketahui bahwa betapa susahnya nanti mendidik anak perempuan untuk mengajarkan mereka betapa penampilan mestinya tidaklah hal yang utama. Namun, di tengah kepungan industri kecantikan, produk perawatan, kompetisi perempuan cantik sejagad dan budaya selebriti lainnya, usaha mengajari mereka harus dua kali lipat lebih besar.
Setidaknya jika suatu saat nanti Anda bertemu seorang anak perempuan, termasuk anak Anda sendiri, usahakan jangan buru-buru memuji penampilannya. Akan lebih baik mengajak mereka untuk berpikir dan bertanya sesuatu tentang apa yang ia baca. Apakah ia menyukai buku itu atau tidak, dan mengapa? Dari sini pembicaraan akan berkembang sekaligus mengembangkan pola pikir dan inteligensia mereka. Sehingga bisa mengubah cara berpikir anak perempuan bahwa menjadi pintar lebih penting daripada sekedar cantik. Selamat mencoba!
(Sumber: Kompas.com)

Terlepas dari sumber yang tak jelas untuk postingan tak jelas kemudian ditutup dengan ktidakjelasan, akhirnya hanya pesan terutama untuk diri sendiri semoga kita sebagai wanita dapat lebih fokus pada potensi diri. Kalau masalah penampilan rasanya bersih, rapi & tidak bau sudah cukup. Biar bagaimana pun Islam sudah jelas-jelas mengatakan bahwa sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholihah.

Sebagai penutup ini ada potongan lirik close your eyes nya mbak Meghan
Everybody's on the same page
No new chapters
We'll never change

Everybody wants to be cool
Yes they do
I'm just like them
But I won't be no fool

I guess I could waste all my time and my money just trying to look right
But it doesn't change who I am in my heart if I look like a dime

So I want you to close your eyes
Sing to the world tonight
And show them what's beautiful
I don't care what they think
No, I'm not listening
'Cause I know I'm beautiful
So close your eyes

Show them what's beautiful
Show them what's beautiful
Gonna' show them...
Show them what's beautiful
Show them what's beautiful

Everybody's born to be different
That's the one thing that makes us the same
So don't you let them words try to change you
Don't let them make you into something you ain't
Show the world the you inside
Raise your voice and close your eyes
'Cause you're beautiful
Come on and show the world the you inside
Raise your voice and close your eyes
'Cause you're beautiful



No comments:

Post a Comment